KLIK DISINIMari Baca Berita Politik Nasional Indonesia Terbaru !

6 Fakta Mengiris Hati dari Insiden Bom Bunuh Diri di Surabaya, No. 4 Bikin Tepok Jidat!

Majalah24.com – Teror bom tengah menimpa kota Surabaya, berikut fakta-fakta terkait aksi teror yang menimpa tiga gereja sekaligus, bikin sedih!

Masyarakat Indonesia kembali dikejutkan dengan aksi teror.

Setelah sebelumnya, aksi teror terjadi di Mako Brimob hingga menewaskan lima polisi yang bertugas, kini teror bom melanda kota Surabaya.

Tak tanggung-tanggung, teror tersebut menyerang tiga gereja dalam waktu yang hampir bersamaan.

Akibat dari aksi teror keji ini, puluhan orang luka-luka dan beberapa korban tewas.

Banyak fakta-fakta mengiris hati yang terungkap pasca kejadian berdarah di Minggu pagi itu.

Dirangkum Majalah24.com dari berbagai sumber, simak berikut ini.

1. Ada orang cekcok dengan satpam

Video Detik-detik Pasca Serangan Bom di Gereja di Surabaya (Surya)

Menurut Tardianto (49), saksi mata kejadian yang berada 5 meter dari lokasi kejadian gereja Kristen Indonesia di Jalan Diponegoro menceritakan, ada 3 orang yang sedang cekcok dengan satpam gereja di halaman parkiran.

“Tadi itu ada satpam yang nyegah 3 orang masuk di gereja, selang 5 detik ada ledakan,” terangnya.

Akibat ledakan tersebut, satpam yang mencegah tiga orang masuk itu mengalami luka parah.

2. Bom di Gereja Santa Maria Tak Bercela jalan Ngagel Surabaya

Suasana di depan Gereja Santa Maria Tak Bercela di Surabaya (Surya)

Informasi yang diterima Command Center 112 Pemkot Surabaya, ledakan itu terjadi saat jemaat baru berdatangan.

Kabi Humas Polda Jatim Kombes Pol Barung Mangera mengatakan, ledakan yang terjadi merupakan ledakan aksi bom bunuh diri.

“Iya ini bom bunuh diri. Pelaku meninggal,” kata Barung Mangera di lokasi.

“Ada dua yang meninggal, jamaah dan pelaku,” tambah Barung.

Baca Juga : Bom Surabaya, 9 Korban Meninggal Dunia, 40 Luka-luka

3. Pelaku diduga masih berkeliaran

Aksi bom bunuh diri terjadi di Gereja Santa Maria Tak Bercela di Jl Ngagel Madya pukul 07.15 WIB, kemudian GKI di Jl Diponegoro 07.45 WIB dan GPPS Jl Arjuno 07.50 WIB.

Beredar kabar yang menduga bahwa seorang pelaku bom bunuh diri ini masih berkeliaran di Surabaya.

“Yang bersangkutan masih membawa bom yang siap diledakkan,” kata sumber di lapangan.

Informasi yang didapat, pelaku ini menggunakan motor Yamaha Jupiter Z dengan Nopol AG 4966 WI.

Diminta kepada masyarakat agar berhati-hati dan mewaspadai pengendara motor tersebut.

Bila mungkin melaporkan ke petugas apabila melihat motor tersebut.

4. Pelaku seorang ibu-ibu bersama anak-anak

Kondisi di depan Gereja Kristen Indonesia (GKI) Jl Diponegoro, Surabaya, Minggu (13/5/2018) (Surya)

Menurut pengamatan Tardianto (49), saksi mata kejadian yang berada 5 meter dari lokasi kejadian gereja Kristen Indonesia di Jalan Diponegoro, 3 orang pelaku bom bunuh diri itu salah satunya masih bernapas.

“Pelakunya 3 orang 2 orang memakai cadar, dan 1 orang anak berumur 15 tahun. Mereka tergeletak di tempat parkir,” terangnya.

Ia menyebutkan kejadian pada pukul 07.30 WIB.

“Ledakan terjadi sebanyak dua kali. Meledaknya itu seperti petasan,” kata dia.

5. Ledakan di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya Jemaat

Seorang petugas Penjinak Bom (Jibom) melakukan identifikasi di lokasi ledakan yang terjadi di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela, Ngagel Madya, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/5/2018). Menurut Kabidhumas Polda Jawa Timur Kombes Pol Frans Barung Mangera terjadi ledakan di tiga lokasi gereja pada waktu yang hampir bersamaan di Surabaya. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/kye/18 (ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)

Baca Juga : Rekaman CCTV Sebelum Ledakan Bom di Gereja Santa Maria Surabaya

Tempat ketiga yang mengalami aksi teror bom bunuh diri adalah di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya Jemaat, Jalan Arjuno, Sawahan, Surabaya, Minggu (13/5/2018).

Dari informasi yang didapatkan oleh Majalah24.com, ledakan terjadi pada sekitar pukul 7.30 WIB.

Insiden terebut kabarnya terjadi hanya berselang sebentar dengan Gereja yang ada di jalan Diponegoro, Surabaya.

Menurut juru parkir, suara ledakan yang terjadi begitu nyaring.

Belum diketahui pasti sumber ledakan berasal dari mana.

6. Korban berjatuhan

Dilansir Majalah24.com dari Kompas.com, Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Frans Barung mengumumkan perkembangan terbaru jumlah korban pasca-ledakan di tiga gereja di Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/5/2018).

Menurut data terbaru, ada 8 orang tewas dan 38 korban lainnya berada di rumah sakit untuk mendapat perawatran.

Kedelapan korban tewas itu terdiri dari 4 korban di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela di Ngagel, Gubeng, 2 korban di GKI Diponegoro dan 2 korban di GPPS Jalan Arjuna.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *