KLIK DISINIMari Baca Berita Politik Nasional Indonesia Terbaru !

Korupsi Dana e-KTP,Andi Narogong Divonis 8 Tahun Penjara

Andi Narogong Divonis 8 Tahun Penjara

Majalah24,- Andi Narogong Divonis 8 Tahun Penjara terkait korupsi dana e-ktp dan denda Rp 1 miliar subsidier 6 bulan kurungan oleh Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta.

Vonis hakim ini sama dengan tuntutan jaksa penuntut umum yakni delapan tahun penjara.

“Mengadili, satu menyatakan terdakwa Andi Agustinus als Andi Narogong telah terbukti secara sah melakukan korupsi secara bersama-sama.”

“Kedua, menjatuhkan pidana dengan pidana penjara delapan tahun dan denda Rp1 milair subsidier enam bulan kurungan,” ujar Ketua Majelis Hakim.

Dan ketiga, Ketua majelis menambahkan, menjatuhkan pidana tambahan berupa uang pengganti 2.500.000 US$ dan Rp1,186 miliar dikurangi US$ 350 ribu.

Ketua Majelis Hakim menyatakan Andi terbukti melakukan korupsi dan mengarahkan proyek e-KTP bersama sejumlah pihak.

Hakim mempertimbangkan dan menyatakan, perbuatan Andi berdampak masif pada pengelolaan data kependudukan yang berakibat hingga saat ini.

Namun hakim mengabulkan penetapan Andi sebagai justice collaborator karena telah mengungkap peran sejumlah pihak dalam proyek senilai Rp5,9 triliun itu.

Dalam perkara ini, Andi didakwa melakukan korupsi proyek e-KTP dengan memperkaya sejumlah pihak.

Sejumlah nama mulai dari pejabat Kemdagri, panitia proyek, hingga anggota DPR disebut menerima jatah tersebut.

Tersangka juga didakwa memperkaya korporasi yakni Perum PNRI, PT LEN Industri, PT Quadra Solution, PT Sandipala Arthaputra, PT Sucofindo, dan manajemen bersama konsorsium PNRI dalam proyek senilai Rp5,9 triliun itu.

Andi Narogong Menyesal

Dia menuturkan, perbuatan yang telah dia lakukan bersama rekan-rekannya merupakan tindakan tercela.

Menurut dia, apa yang telah terjadi hari ini bisa menjadi pelajaran bagi semua pihak, dan tak terjadi kembali di kemudian hari.

Pengusaha yang memiliki 13 perusahaan itu meyakini, dirinya tengah ditegur Tuhan lewat tangan KPK, Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, maupun majelis hakim.Ia kembali mengungkapkan penyesalannya dan akan menerima putusan majelis hakim.

Andi pun meminta majelis hakim maupun penuntut umum untuk mengembalikan sejumlah aset maupun rekening bank yang disita KPK, baik atas nama dirinya maupun keluarga.

Dia berharap aset-aset tersebut tak disita dan bisa untuk membayar denda dalam kasus ini.

Baca juga :

Dana Tim Gubernur Anies Sebesar 28M Dari APBD DKI Di ‘Coret’ Mendagri
Mutasi TNI Tidak Perlu Adu Hadi dan Gatot
Setya novanto Juara dalam Berita Korupsi Indonesia

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *