KLIK DISINIMari Baca Berita Politik Nasional Indonesia Terbaru !

Begal di Bekasi Tewas di Tangan Korbannya Berkat Jurus Joko Tole Naga Putih

Majalah24.com – Mohamad Irfan Bahri (19) yang melawan pelaku begal hingga tewas dan luka para ternyata sudah lama belajar bela diri di pondok pesantrennya di Madura, Jawa Timur.

Irfan mempelajari ilmu silat Joko Tole Naga Putih selama dua tahun terakhir.

“Bela diri silat khas Madura yaitu Joko Tole Naga Putih. Belajar ya kurang lebih dua tahunan,”ujar Irfan saat ditemui di Mapolrestro Bekasi Kota, Kamis (31/5/2018).

Atas tindakannya, pemuda asli Pamekasan, Madura itu, mendapatkan penghargaan piagam kehormatan dari Polres Metro Bekasi Kota.

Setelah gelar perkara dengan ahli pidana, polisi memutuskan Irfan murni tidak bersalah karena melakukan pembelaan diri.

Polres Metro Bekasi Kota memberikan piagam penghargaan kepada Moh Irfan Bahri (19) karena keberanian melawan pelaku begal.

Piagam itu diberikan Berdasarkan keputusan Kapolres Metro Bekasi Kota nomor kep/34/5/2018 tanggal 30 mei 2018 tentang pemberian piagam pengharagaan kepada anggota Polri dan Anggota Masyarakat.

Penghargaan itu diberikan langsung oleh Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Indarto disaksikan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Nica Afinta, di Mapolrestro Bekasi Kota, Kamis (31/5/2018).

Baca Juga : Kisah Santri Asal Madura Tewaskan Begal Dengan Jurus Mengerikan ini

“Berkat doa ibu bapak sama guru di pondok semuanya dan dukungan semuanya akhirnya bisa beres sampai selesai. Bersyukur bisa dapat penghargaan dari pak polisi,” paparnya.

Sebelumnya diberitakan, Irfan dan sepupunya Achmad Rofiki dirampas handphonenya di Jembatan Summarecon.

Irfan yang enggan memberikan handphonenya langsung dibacok namun balik melawan dan berhasil merebut celurit pelaku.

Dalam perkelahian selanjutnya, seorang begal hingga tewas dan lainnya luka parah.

Irfan harus menerima luka sabetan celurit sebanyak enam luka dan mendapat puluhan jahitan di bagian lengan, punggung, paha, jari dan pipi.

Sedangkan sepupunya Achmad Rofiki mendapatkan satu luka bacokan.

Kasus Irfan menarik perhatian masyarakat karena polemik tentang status hukum Irfan dalam peristiwa tersebut.

Polisi lalu meminta pendapat para ahli hukum pidana tentang penetapan hukum bagi Irfan yang secara faktual membunuh begal dalam upayanya membela diri.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *