Di Vonis 1,5 Tahun,Namun Buni Yani Tak Ditahan

Majalah24,- Buni Yani divonis 1,5 tahun karena terbukti melakukan tindak pidana terkait Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Namun, majelis hakim tidak memerintahkan penahanan terhadap Buni.

“Menimbang bahwa selama persidangan terdakwa tidak ditahan, tidak cukup alasan untuk ditahan, maka terdakwa tidak ditahan,” ucap ketua majelis hakim M Sapto dalam sidang di Gedung Arsip, Jalan Seram, Bandung, Jawa Barat,(14/11/2017) selasa hari ini.

Baca juga : Amin Rais Sebut Yakin Menang Bersama Prabowo Meskipun “Saat Ini Lemah”

Setelah menyatakan akan banding, kuasa hukum Buni Yani, Aldwin Rahadian mengonfirmasi kepada majelis hakim tentang penahanan Buni Yani setelah pembacaan vonis tersebut.

“Kita mau konfirmasi, tadi saya tidak mendengar perintah apapun soal eksekusi (dalam pembacaan vonis)… Karena kita banding, tentu pak Buni tidak ditahan. Betul?” tanya Aldwin yang lalu dibenarkan oleh hakim.

“Ya ya,” jawab hakim.

Baca juga : Flakka Narkoba Baru Yang Berefek Seperti Zombie Ada Di Indonesia?

Dalam Pasal 193 ayat 2 huruf A KUHAP diatur mengenai sebuah putusan pidana yang tidak disertai dengan perintah penahanan. Putusan tersebut tetap sah. Buni Yani bisa ditahan seandainya nanti di pengadilan tinggi atau kasasi, majelis hakim menyatakan Buni Yani bersalah dan memerintahkan penahanan. Apabila di banding atau kasasi, Buni Yani bebas, tentu saja dia tidak perlu menjalani masa pemidanaan.

Sebelumnya hakim menyatakan Buni terbukti secara sah bersalah melakukan mengubah, menambah, mengurangi, melakukan transmisi, merusak, menghilangkan, memindahkan, menyembunyikan suatu informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik milik orang lain atau milik publik. Hakim menilai Buni terbukti melawan hukum dengan mengunggah video di akun Facebook-nya tanpa izin Diskominfomas Pemprov DKI. Postingan itu berupa potongan video pidato Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tanggal 27 September 2016, yang diunggah di akun YouTube Pemprov DKI Jakarta.

Baca juga : Jangan Terlalu Sering Berhubungan Seks ,Ini efeknya!

Buni pun divonis hukuman pidana penjara selama 1 tahun 6 bulan. Hukuman ini lebih rendah dari tuntutan jaksa yaitu pidana penjara selama 2 tahun dan denda Rp 100 juta subsider 3 bulan kurungan.

Dalam perkara ini, Buni Yani dinilai menyebarkan ujaran kebencian dengan menyebarkan informasi yang menimbulkan kebencian terhadap masyarakat bernunasa SARA melalui unggahannya di Facebook. Ia mengunggah video Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dan menghilangkan kata ‘pakai’ dalam transkripannya.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *