‘Ahok’ dan ‘Gatot’ berpotensi Dampingi Jokowi di Pilpres 2019

Majalah24,- Hasil-hasil survei yang dilakukan Indikator Politik Indonesia menyimpulkan, mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dianggap serius paling pantas menjadi calon wakil presiden mendampingi Joko Widodo pada Pilpres 2019 nanti.

Burhanuddin Muhtadi (Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia) mengatakan, survei tersebut dilakukan terhadap 1.220 responden di seluruh Indonesia. Survei dilakukan pada 17-24 September lalu.

“Di antara nama-nama yang dianggap paling pantas mendampingi Jokowi sebagai calon wakil presiden, Ahok sedikit lebih unggul dibanding nama-nama lain,” ucap Burhanuddin.

Yang pertama, survei dilakukan dengan menyodorkan 16 nama calon wakil presiden pendamping Jokowi di Pilpres 2019. Dari skala 0-40, Ahok meraih angka 16 diikuti Gatot dengan angka 10. Figur lainnya yaitu Walikota Bandung Ridwan Kamil (8), Menteri Keuangan Sri Mulyani (7), Wali Kota Surabaya (5), dan Kapolri Tito Karnavian (4).

Dan Survei kedua dilakukan dengan hanya menyodorkan 8 nama figur yang cocok mendampingi Jokowi di Pilpres 2019. Hasilnya, Ahok kembali berada di urutan teratas dengan angka 17, diikuti Gatot dengan angka 14. Figur lain yang berada di bawah mereka adalah Ridwam Kamil (11), Sri Mulyani (9), Tri Rismaharini (8), dan Tito Karnavian (6). Ada pun skala survei ini menggunakan skala 0-35.

Dengan disodorkan tiga nama saja, responden paling banyak memilih Gatot (25). Sementara Sri Mulyani (24), dan Tito Karnavian (12) berada di bawahnya.

Menurut Burhanuddin,figur yang terkenal dengan berbagai cara sangat berperan dalam kenaikkan elektabilitas. Terkait sosok Ahok, Burhanuddin menilai Pilkada Jakarta merupakan faktor utama tingginya elektabilitas.

Meskipun Pilkada Jakarta merupakan pemilihan kepala daerah,Burhanuddin mengatakan, namun kontestasi politik itu memberi efek hingga di tingkat nasional.

“Anies dan AHY termasuk Ahok, ketiga nama ini sudah menikmati publikasi secara gratis dari teman-teman (wartawan) saat Pilkada Jakarta,” kata Buhanuddin.

Begitu pula dengan Gatot. Peningkatan elektabilitas Gatot yang pesat tidak lepas dari manuvernya dua pekan terakhir.

Burhanuddin menjelaskan, meski pandangan masyarakat ada yang menilai positif dan negatif dari manuver Gatot, namun mantan Kepala Staf Angkatan Darat itu tetap diuntungkan karena semakin dikenal oleh khalayak luas.

“Orang enggak akan memilih kalau enggak dikenal. Kalau tingkat kedikenalannya naik, kemungkinan elektabilitasnya naik,” ujar Burhanuddin.

Survei dari Indikator Politik Indonesia untuk mencari pendamping Jokowi di Pilpres 2019 karena mantan Wali Kota Solo itu memiliki elektabilitas tertinggi sejauh ini.

Berdasarkan survei berskala 0-50, Jokowi menjadi figur yang meraih angka terbanyak jika pilpres dilakukan hari ini. Jokowi mendapat angka 34,2 disusul Ketua umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dengan angka 11,5.

“Jokowi sementara ini lebih unggul dibanding Prabowo. meski dukungan ke Jokowi cenderung menguat, penambahan dukungan tersebut tidak meningkat dengan ekstrem,”tutur Burhanuddin.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *