KLIK DISINIMari Baca Berita Politik Nasional Indonesia Terbaru !

Cerita Sedih di Balik Kehebohan Listrik Kedondong

Majalah24.com – Listrik pohon kedondong yang dipasang di Desa Tampur Paloh, Kecamatan Simpang Jernih, Aceh Timur, Aceh, tidak sesuai dengan harapan masyarakat. Listrik hidup cuma saat ada kunjungan pejabat. Selebihnya, desa gelap-gulita.

Seorang tokoh masyarakat Tampur Paloh, Hasbi (53), mengaku listrik kedondong di rumahnya dipasang pada 2016 dan hidup hanya dua jam pada saat peresmian. Setelah itu, bola lampu perlahan meredup hingga mati total.

“Hidup kalau kita standby 2 jam. Enam batang pohon kedondong itu untuk dua bola lampu. Kalau cahayanya, daripada (lampu) teplok, lebih terang dia (listrik kedondong),” kata Hasbi saat ditemui detikcom akhir pekan lalu.

Pada saat awal pemasangan, pihak Pertamina EP dan teknisi sempat memberi tahu warga listrik ini masih tahap uji coba. Namun, di sisi lain, di sejumlah media kala itu dipasang iklan bahwa Desa Tampur Paloh sudah terang-benderang dengan listrik kedondong.

Warga yang mengetahui adanya iklan merasa kecewa. Pasalnya, listrik di sana hidup hanya dua jam pada saat pemasangan saja. Setelah pejabat pulang, listrik tak pernah hidup lagi sampai sekarang.

Hasbi berkisah, listrik dari pohon kedondong ini pernah beberapa kali hidup saat ada kunjungan pejabat ke kampungnya. Menurutnya, beberapa hari sebelum acara digelar, teknisi datang ke desanya untuk mengolah listrik sehingga hidup lagi.

Baca Juga : Kenali 7 Tanda-tanda Orang Hendak Lakukan Bom Bunuh Diri, Nomor 5 Paling Mencolok Mata

“Setiap ada kunjungan pejabat hidup listrik. Tiga hari sebelum acara kunjungan, teknisi sudah naik duluan. Nggak perlu ngebor (lagi pohon), tinggal kotek-koteklah,” ungkap Hasbi.

‘Penemu’ listrik kedondong, Naufal, diterima Menteri ESDM Jonan di kantornya.

Kekecewaan warga di sana bertambah setelah mengetahui di dalam pohon kedondong ditaruh baterai untuk menghidupkan listrik. Pohon kedondong hanya menjadi kemasan. Hasbi menemukan sendiri beberapa baterai yang ditanam dalam pohon.

Selain itu, bola lampu yang dipasang di rumahnya sudah dirombak menjadi 1,5 Watt. Hasbi berencana memasang kembali baterai untuk menghidupkan lampu di rumahnya.

“Saya rencana mau pakai baterai. Sudah saya coba, ternyata hidup. Bola kampu listriknya sudah dirombak tinggal 1,5 Watt. Kalau rombak bola itu, arus kecil bisa,” kata Hasbi.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *