Fahri : KPK Mainkan Sandiwara Baru di Kasus e-KTP

Fahri : KPK Mainkan Sandiwara Baru di Kasus e-KTP

Majalah24,- Fahri Hamzah selaku wakil ketua DPR berpendapat,bahwa KPK bakal memainkan sandiwara baru untuk mengalihkan perhatian masyarakat umum dalam hal pengusutan kasus korupsi e-KTP usai Setya Novanto mengajukan diri sebagai jusctice collaborator.

Setya Novanto mengajukan diri menjadi justice collaborator KPK karena ingin membantu KPK mengungkap nama-nama penerima uang hasil praktik rasuah proyek pengadaan E-KTP.

“Pengalihan perhatian. Saya tahu akalnya dan saya sudah tahu apa yang akan (KPK) di lakukan,” ucap Fahri.

Dia menyatakan sudah mengetahui alur-alur pengusutan tindak pidana korupsi e-KTP ini.

“Enggak usah ceritakan drama baru. Saya tahu ini akal-akalan KPK. Otak KPK tentang Novanto ujung-ujungnya saya sudah tahu. Termasuk mentersangkakan lawyer, saya sudah tahu wataknya ini,” lanjut Fahri.

Menurut ia,masih ada hal yang mestinya dilakukan sebelum mengusut nama-nama yang akan disebut Setnov.

Hal yang dimaksud Fahri yaitu mengenai nasib 14 nama yang telah mengembalikan uang hasil dugaan korupsi E-KTP setelah menyimpannya selama 7 tahun.

Fahri heran mengapa KPK tidak menetapkan mereka sebagai tersangka. Padahal, lanjut Fahri, mereka sudah mengakui menerima uang hasil dugaan korupsi E-KTP.

Di sisi lain,Fahri menganggap wajar dengan langkah Setnov yang mengajukan diri sebagai justice collaborator dalam mengungkap kasus korupsi proyek pengadaan E-KTP.

Namun,Fahri mengungkapkan bahwa Setnov tengah berada dalam posisi yang terjepit. Menjadi justice collaborator merupakan pilihan rasional agar mendapat keringanan hukuman.

Fahri sendiri mengaku telah menyarankan Setnov untuk membela diri agar tidak terjerembab ke dalam hukuman yang berat.

Menjadi justice collaborator, lanjut Fahri, dapat mengurangi hukuman yang mengancam Setnov.Itu terbukti dari terpidana kasus korupsi proyek pembangunan Wisma Atlet Hambalang, Nazaruddin.

Dia menilai Nazaruddin telah mendapat keringanan hukuman karena membantu KPK sebagai justice collaborator.

Baca juga :

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *