KLIK DISINIMari Baca Berita Politik Nasional Indonesia Terbaru !

Golkar Kini Spesial di Mata Presiden Jokowi

Golkar Kini Spesial di Mata Presiden Jokowi

Majalah24,- Golkar kini terlihat spesial di mata Presiden Jokowi.Jokowi baru saja melantik Sekjen Partai Golkar Idrus Marham menjadi menteri sosial menggantikan Khofifah Indar Parawansa yang akan maju sebagai Cagub di Jawa Timur.

Idrus menambah jumlah menteri Jokowi dari partai beringin.

Sementara Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto yang menjabat sebagai ketua umum Partai Golkar aman dari reshuffle kali ini.

Sebelumnya,sudah banyak desakan agar tidak ada menteri yang rangkap jabatan,namun hal tersebut tidak bisa dipungkiri dan terjadi.

Presiden Jokowi beralasan jika diganti orang baru akan butuh waktu beradaptasi. Sementara kepemimpinan Jokowi-JK efektifnya tinggal satu tahun.

Jokowi juga menilai selama ini Erlangga menunjukkan kinerja optimal dan pantas untuk melaksanakan tugas menjadi menteri.

“Kalau ditaruh orang (Menteri Perindustrian) baru, ini belajar bisa 6 bulan kalau enggak cepat bisa setahun kuasai itu,” ungkap Jokowi.

Jusuf Kalla menilai tidak masalah Erlangga rangkap jabatan,karena Ketua umum bisa membahas masalah partar saat tugas sebagai menteri selesai.

Reshuffle kali ini terasa spesial bagi Partai Golkar. Menunjukkan Jokowi makin mesra dengan partai Beringin itu.

Menurut beberapa pengamat politik,menilai magnet Partai Golkar sebagai partai besar sulit untuk tidak diperhitungkan.

Saat ini Golkar memiliki 91 kursi di DPR, menjadi partai nomor dua setelah PDI Perjuangan dengan 109 kursi.

Golkar pun penting bagi Jokowi untuk menghadapi Pilpres dua tahun lagi. Dukungan Golkar akan membuat Jokowi makin kuat.

Apalagi kini sudah ada Partai Nasdem, Hanura dan PKB yang juga menyatakan siap mendukung Jokowi.

PDIP juga tak akan bisa mendikte Jokowi soal cawapres atau menteri. Jokowi akan lebih bisa leluasa mengatur kabinetnya sendiri.

Golkar awalnya mendukung Prabowo Subianto saat Pilpres 2014 lalu. Namun akhirnya mereka masuk mendukung Jokowi dan mendapat kursi di kabinet.

Pada era 2009, mereka mengusung Jusuf Kalla. Namun saat SBY menang, Golkar merapat ke Cikeas dan mendapat kursi menteri di kabinet SBY jilid II.

Namun ada pertanyaan,Apakah nanti ada kemungkinan Golkar akan menyeberang lagi dan tidak mendukung jokowi di tahun Pilpres 2019 ?

Sampai saat ini masih belum ada kelihatan Golkar berpaling. Airlangga juga dekat dengan Jokowi.

Partai Golkar membutuhkan sosok Jokowi untuk Pileg dan Pilpres karena tak punya calon yang akan diusung sendiri.

Tak ada sosok kader Golkar yang bisa dicalonkan di Pilpres 2019 nanti.

Baca juga :

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *