KLIK DISINIMari Baca Berita Politik Nasional Indonesia Terbaru !

Hubungan Seks Sembarangan, Pria Ini Terkena Penyakit Berat !!

Majalah24.com – Seorang pria di Inggris diketahui sebagai kasus pertama di dunia yang terpapar bakteri super-gonore, penyakit yang sulit diobati dan dalam beberapa kasus mustahil disembuhkan.

Dia disebutkan telah memiliki pasangan di Inggris, tetapi diduga dia terpapar super-gonore setelah melakukan hubungan seksual dengan seorang perempuan di Asia Tenggara awal tahun ini.

Kementerian Kesehatan Inggris menyatakan ini merupakan kasus pertama seseorang yang terinfeksi penyakit yang mustahil disembuhkan ini.

Baca Juga  : Sederet Manfaat Seks Bagi Kesehatan Fisik

Otoritas terkait di Inggris saat ini melacak pasangan seksual lainnya dari pria itu, yang belum diidentifikasi, untuk mencegah penyebaran infeksi.

Sejauh ini, pengobatan antibiotik utama, yaitu kombinasi azitromisin dan ceftriaxone, dianggap gagal mengobati penyakit tersebut.

Dokter Gwenda Hughes, pejabat dari Kementrian Kesehatan Inggris, mengatakan: “Ini kasus pertama adanya penolakan mutlak terhadap kedua obat ini dan sebagian besar antibiotik yang biasa digunakan.”

Hasil pembicaraan dengan Organisasi Kesehatan Dunia, WHO, dan Pusat Pengendalian Penyakit Eropa, menyepakati bahwa ini adalah kasus pertama di dunia.

Penyakit ini disebabkan oleh bakteri yang disebut Neisseria gonorrhoeae.

Infeksi ini menyebar melalui hubungan seks vagina, oral dan anal tanpa kondom.

Dari mereka yang terinfeksi bakteri ini, ada sekitar satu dari 10 pria heteroseksual dan lebih dari tiga perempat perempuan dan pria gay tidak memiliki gejala yang mudah dikenali.

Namun demikian, gejala-gejalanya bisa berupa keputihan dengan warna kehijauan atau kuning yang tebal dari organ seksual, rasa sakit saat kencing dan pendarahan di antara periode menstruasi.

Penyakit yang belum dapat diobati ini dapat menyebabkan infertilitas, penyakit radang panggul dan dapat menulari ke janin selama kehamilan.

Saat ini pria asal Inggris itu sedang dirawat dan dokter akan melihat apakah pengobatannya itu membuahkan hasil atau tidak, baru bisa diketahui bulan depan.

Sejauh ini tidak ada kasus serupa lainnya yang ditemukan, tetapi penyelidikan masih berlangsung.

Lebih lanjut Hughes menambahkan: “Kami menindaklanjuti kasus ini untuk memastikan bahwa kasus ini dapat diobati secara efektif dengan pilihan lain dan risiko penularan dapat terus diminimalkan.”

Para ahli kesehatan sudah lama memperingatkan bahwa kasus terpaparnya bakteri gonorea bisa terjadi.

Sebelumnya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) meminta negara-negara untuk memantau penyebaran gonore yang resisten dan untuk berinvestasi pada obat-obatan baru.

Dr Manica Balasegaram, dari lembaga Global Antibiotic Research and Development Partnership, mengatakan: “Situasinya cukup suram.

“Hanya ada tiga calon obat yang dikembangkan dan tidak ada jaminan akan berhasil.”

Tapi akhirnya, WHO mengatakan vaksin-vaksin tersebut dibutuhkan untuk menghentikan gonore.

Prof Richard Stabler, dari London School of Hygiene & Tropical Medicine, mengatakan: “Sejak diperkenalkannya penisilin, dipuji sebagai obat yang handal dan cepat menyembuhkan, gonore telah mengembangkan ketahanan terhadap semua antibiotik terapeutik.

“Dalam 15 tahun terakhir terapi harus berubah tiga kali menyusul meningkatnya tingkat kekebalan di seluruh dunia.

“Sekarang ini kita berada di titik di mana kita menggunakan obat-obatan sebagai pilihan terakhir, tapi ada tanda-tanda yang mengkhawatirkan karena kegagalan pengobatan karena resisten yang kuat telah didokumentasikan.”

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *