Indonesia Tidak Gentar Dengan Ancaman Trump Soal Cabut Dana

Indonesia Tidak Gentar Dengan Ancaman Trump Soal Cabut Dana

Majalah24,- Indonesia Tidak Gentar Dengan Ancaman Trump terhadap negara pendukung resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) soal penolakan keputusan Presiden Donald Trump soal Yerusalem hanya gertak.

Direktur Jenderal Hukum & Perjanjian Internasional, Kementerian Luar Negeri Damos Dumoli Agusman mengatakan Indonesia tidak khawatir dengan ancaman AS yang dianggapnya tidak akan terealisasi.

“Indonesia tidak khawatir, kami tidak mengubah posisi kami soal Palestina dan resolusi Majelis Umum PBB yang menolak keputusan AS. [Ancaman] Itu kan hanya pernyataan gertakan saja tidak ada real effect,” kata Damos dalam diskusi di Jakarta.

Pernyataan Damos itu merespons ancaman yang kembali diutarakan Duta Besar AS untuk PBB, Nikki Haley, sebelum sidang voting Majelis Umum PBB berlangsung pada Kamis lalu (22/12).

Haley mengancam akan mencatat negara-negara pendukung resolusi yang mengutuk keputusan Presiden Trump mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel itu.

Sebagai negara donor terbesar di PBB, dia bahkan mengatakan AS akan mencabut bantuan dana dari organisasi internasional itu.

Padahal, selama ini, AS juga masih memiliki tunggakan dana tahunan kepada PBB yang belum terbayarkan.

Sepaham dengan Damos, Guru Besar Hukum Internasional dari Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana, juga menganggap skeptis ancaman AS itu akan benar terealisasi.

Dalam kesempatan yang sama, Hikmahanto juga menyebut bahwa ancaman AS itu hanya akan berakhir di mulut saja. Sebab, dirinya mengatakan banyak kepentingan Washington yang akan dikorbankan jika ancaman itu benar-benar dilakukan.

Selain itu, pengamat hubungan internasional itu juga menganggap birokrasi AS seperti Kongres akan setuju dengan ancaman Trump tersebut.

Perlu diketahui,yang mendukung resolusi Majelis Umum PBB itu ada 128 negara, yang bukan terdiri dari negara kecil saja. Di situ ada China, Perancis, Inggris, Rusia, Jepang, dan negara besar lainnya.

Keputusan Gedung Putih soal Yerusalam dan ancamannya kepada negara-negara pendukung resolusi menunjukkan bahwa AS sudah tidak lagi dianggap sebagai pelopor demokrasi.

Baca juga :

Gus Dur Jadi Pemersatu Bangsa Indonesia
Anies Bisa Dituntut Karena Tutup Jalan demi Para PKL, Ini Pasalnya !
Apa Kabar Kasus Chat Seks Rizieq Shihab?

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *