KLIK DISINIMari Baca Berita Politik Nasional Indonesia Terbaru !

Jakarta ‘Bersyariah’ ala Anies-Sandi,Haruskah?

Majalah24,- Anies Baswedan dan Sandiaga Uno baru saja memunculkan gebrakan baru dengan tidak memperpanjang izin usaha Hotel Alexis yang berada di kawasan Jakarta Utara.

Relatif tak ada kontroversi yang berarti terkait dengan penutupan hotel yang disebut-sebut sebagai ‘surga dunia’ pada akhir Oktober lalu . Nama Anies dan Sandi mendapat pujian karena disebut berani dan mampu menutup salah satu sarang prostitusi yang ada di Jakarta.

Dukungan moral pun berdatangan. Ucapan terimakasih pun banyak disampaikan oleh berbagai elemen masyarakat.

MUI, misalnya, berharap agar kebijakan penutupan itu tidak hanya menyasar Alexis, melainkan semua hotel dan lokasi hiburan yang menawarkan bisnis prostitusi dan perdagangan orang. Menurut lembaga itu, saat ini praktik yang melanggar nilai-nilai agama, etika, estetika, dan susila semakin marak di masyarakat.

Anies dan Sandiaga bukan hanya memangkas Alexis dari Jakarta Utara. Duo pemimpin Jakarta ini pun lagi-lagi membuat program baru yang berbasiskan syariat islam.

Baca juga : Ada Dugaan Korupsi Di Reklamasi Jakarta, Polisi : Kasus Naik Jadi Penyidikan !

Anies dan Sandi ingin menciptakan Jakarta yang syariah melalui ‘Halal Tourism’ yang isinya dipenuhi dengan berbagai jasa syariah, dari mulai hotel hingga Usaha Kecil Mikro Menengah pun akan dilayani secara syariah.

Bahkan, hal itu akan dimulai dari eks pekerja Hotel Alexis.Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno tengah menyiapkan lapangan pekerjaan baru bagi para pekerja Hotel dan Griya Pijat Alexis yang telah dirumahkan. Dia berencana menggandeng Masyarakat Ekonomi Syariah (MES).

Sandiaga mengatakan, para pekerja Alexis nantinya bakal dilatih oleh Kelompok Masyarakat Ekonomi Syariah sebelum disalurkan bekerja di bidang pariwisata halal, seperti Hotel Syariah.

“Kami kedatangan teman-teman dari Masyarakat Ekonomi Syariah, mereka bersedia bantu kami untuk training pekerja Alexis yang sudah dirumahkan,” kata dia beberapa waktu lalu.

Hanya Menyenangkan Satu Golongan

Direktur Eksekutif Voxpol Center, Pangi Syarwi Chaniago mengatakan tak ada yang salah dengan syariat islam, namun hal ini akan menjadi salah ketika hal tersebut dijadikan sebagai manuver politik demi menyenangkan satu golongan.

“Mungkin bisa dikatakan ini sebagai ucapan terima kasih, atau bahkan sebagai langkah menjaga suara mereka (Anies dan Sandi) saat menang Pilkada dulu,” kata Pangi.

Baca juga : Keraguan Hakim Terhadap Setya Novanto di Sidang e-KTP

Dia menegaskan tak ada yang salah dengan sebuah kebijakan baru yang dibentuk oleh satu rezim penguasa. Namun, ketika hanya melihat satu golongan, kebijakan itu akan dirasa tidak pas diterpakan.

“Rasanya memang tidak pas,” lanjut Pangi.

Kesan ‘syariah’ itu juga terlihat dari hal-hal kecil yang berubah di Balai Kota. Semula, gedung di Balai Kota tidak dilengkapi pengeras suara azan. Namun kini, setelah pasangan Anies-Sandi dilantik, terdengar suara azan di setiap ruangan di Balai Kota.

Untuk kebijakan lainnya, Sandi bahkan pernah menginstruksikan agar eks pekerja Alexis mengikuti pengajian.

Terkait ‘Halal Tourism’ pun misalnya, tampak canggung ketika program wisata itu diterapkan di kota yang didominasi muslim. “Rasanya canggung…” kata Pangi. “Di Indonesia, khususnya Jakarta saya rasa itu tidak perlu.”

Pangi melanjutkan, cerita menjadi lain jika kebijakan itu dibentuk untuk mempertahankan pendukung kala memilih atau bahkan lebih jauh untuk merogoh suara lebih besar dalam pemilihan berikutnya. Diketahui, Indonesia akan menggelar Pilkada serentak pada 2018 dan Pemilu Presiden pada 2019.

“Kalau begitu (berpolitik) ceritanya lain, lagi pula isu agama memang isu paling enak untuk menggiring massa,” tutup Pangi.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *