KLIK DISINIMari Baca Berita Politik Nasional Indonesia Terbaru !

#Jenderalkardus vs #JenderalBaper: Kita Dipaksa Saksikan Dua Mantan Jenderal Jadi Sasaran Hujatan

Majalah24.com, JAKARTA – Kemesraan antara Partai Gerindra dan Partai Demokrat, yang baru terbangun beberapa hari, Rabu (8/8/2018) tercemar kemarahan dan melakukan tindakan saling hujat.

Pada tanggal canti 08-08-2018 itu politisi Demokrat menyindir Prabowo sebagai Jenderal Kardus, yang langsung dibalas politisi Gerindra dengan menyebut SBY sebagai Jenderal Baper.

Sekretaris Jenderal Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia Verry Surya Hendrawan menyatakan keprihatinannya atas sikap saling sindir dan cerca yang dilakukan Partai Gerindra dan Demokrat.

Baca Juga : ANDI ARIEF BONGKAR RENCANA GULINGKAN PENCALONAN PRABOWO-AHY

“Saya prihatin. Kita dipaksa menyaksikan sikap saling sindir dan cerca. Ini bukan sifat luhur bangsa Indonesia,” kata Verry dalam siaran tertulisnya, Kamis, 9 Agustus 2018, seperti diberitakan Tempo.co.

Verry mengatakan bahwa perjuangan dalam demokrasi seharusnya tidak berproses demikian. Para elite, kata dia, semestinya dapat memberikan contoh bahwa demokrasi itu menggembirakan dan justru memperkuat persaudaraan.

Menurut dia, hal itu juga sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo atau Jokowi untuk merangkul semua kalangan. “Terbuka dengan semua pihak dan mengedepankan kepentingan nasional,” katanya.

Sikap saling sindir dan cerca berawal dari berangnya elite Partai Demokrat terhadap Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Wakil Sekretaris Jenderal Demokrat Andi Arief menyebut Prabowo sebagai jenderal kardus.

Sebutan Jenderal Kardus itu disampaikan Andi Arief melalui akun twitternya, Rabu malam, 8 Agustus 2018.

Andi Arief menjelaskan, sebutan itu muncul karena adanya politik transaksional yang diduga dilakukan Prabowo dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno tanpa sepengetahuan Demokrat. Ia menilai Prabowo telah melakukan sesuatu di luar pengetahuan Demokrat sebagai rekan koalisi.

Andi Arief menuliskan Prabowo ditubruk uang Sandiaga, untuk meng-entertain Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Diduga, Sandiaga sanggup memberi masing-masing partai itu Rp 500 miliar untuk maju sebagai wakil presiden Prabowo.

Andi menegaskan, dalam koalisi bersama Gerindra, partainya tidak pernah berkhianat. Demokrat, lanjut Andi, juga tidak pernah menawarkan calon wakil presiden kepada Prabowo. Untuk itu, Andi mengaku kecewa dengan adanya politik transaksional itu.

Sementara itu istilah Jenderal Baper dilontarkan  Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono.

Akibatnya, Prabowo dan SBY pun menjadi sasaran candaan secara tidak langsung  di media sosial.  Bahkan, sejak kemarin hingga hari ini, Kamis (9/8/2018) pukul 10.15 WIB tagar #Jenderalkardus dan #JenderalBaper masih menempati 10 besar trending topik di jagat Twitter.

Sumber : TEMPO.CO

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *