KLIK DISINIMari Baca Berita Politik Nasional Indonesia Terbaru !

Jet tempur koalisi Arab Saudi siap lakukan serangan ke Houthi

Majalah24 – Para Pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi telah melancarkan serangan terbesar ke arah pemberontak Houthi di Yaman. Serangan ditujukan untuk memukul kekuatan Houthi.

Ada pun di lakukannya Serangan ini untuk bisa menghancurkan kekuatan Houthi, namun keputusan ini akan menimbulkan risiko krisis kemanusiaan yang terbesar di dunia.

Pesawat tempur dan kapal perang Arab Saudi menggedor basis pertahanan Houthi untuk mendukung operasi darat oleh pasukan koalisi dan loyalis pemerintah Yaman. Pasukan ini bersiaga di selatan Hodeidah dalam operasi ‘Kemenangan Emas’.

Serangan itu menandai pertama kalinya negara-negara Arab berusaha merebut kota besar yang sangat dijaga oleh Houthi. Sejak tiga tahun lalu, Houthi mengendalikan Ibu Kota Sanaa yang memiliki populasi padat.

Care International, salah satu dari beberapa Koalisi Arab Lancarkan Serangan Besar ke Houthi di Yaman

organisasi bantuan yang masih beroperasi di Hodeidah mengatakan, 30 serangan udara menghantam kota Sanaa dalam waktu 30 menit kemarin. Hal ini menyebabkan ribuan orang mencari rute pelarian dari kota.

“Beberapa warga sipil terperangkap, yang lain dipaksa keluar dari rumah mereka. Kami pikir itu tidak bisa menjadi lebih buruk, tetapi kami salah,” kata Direktur Care, Jolien Veldwijk, seperti dikutip Irish Independent, Jumat 14 Juni 2018.

PBB khawatir serangan itu dapat secara drastis memperburuk kondisi yang sudah dipenuhi keputusasaan di negara termiskin di kawasan Timur Tengah.

Kota Sanaa ini adalah rumah bagi 600.000 warga, dan pelabuhannya adalah rute utama untuk makanan dan bantuan untuk menjangkau sebagian besar Yaman. Hingga kini tercatat sekitar 8,4 juta warga dilanda kelaparan.

“Di bawah hukum humaniter internasional, pihak-pihak yang terlibat konflik harus melakukan apapun yang memungkinkan untuk melindungi warga sipil dan memastikan mereka memiliki akses ke bantuan yang mereka butuhkan untuk bertahan hidup,” kata Koordinator kemanusiaan PBB untuk Yaman Lise Grande.

Kepala pengungsi PBB, Filippo Grandi, mengatakan ada bahaya krisis semakin meluas jika warga Yaman meninggalkan rumah mereka dalam jumlah besar.

Pengeboman itu dimulai setelah Houthi mengabaikan peringatan tiga hari untuk meninggalkan kota. Peringatan tersebut dikeluarkan oleh Uni Emirat Arab.

“Pembebasan pelabuhan adalah awal jatuhnya milisi Houthi dan akan mengamankan pengiriman laut di Selat Bab al-Mandab dan memotong tangan Iran, yang telah lama menenggelamkan Yaman dengan senjata yang menumpahkan darah Yaman yang berharga,” ujar pemerintah resmi Yaman.

Baca Juga : 

KISAH SEORANG MAHASISWA TERLAHIR DARI ORANGTUA YANG TUNANETRA,CARI BEASISWA DAN LULUS CUMLAUDE

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *