Koalisi Gerindra, PKS dan PAN Lawan Jokowi di Pilpres 2019

Koalisi Gerindra, PKS dan PAN Lawan Jokowi di Pilpres 2019

Majalah24,- Partai Gerindra, PKS dan PAN resmi berkoalisi menyongsong Pilkada serentak 2018.Ketiga parpol ini sudah mengumumkan lima bakal calon gubernur di lima daerah yang menggelar pilkada tahun depan, yakni Jawa Barat, Sumatera Utara, Maluku Utara, Kalimantan Timur, dan Jawa Tengah.

Langkah Gerindra, PKS dan PAN berkoalisi di Pilkada sebagai langkah awal mempersiapkan koalisi di agenda besar berikutnya, yakni Pilpres 2019.

“Nampaknya mereka belajar dari pengalaman Jakarta di mana mereka memenangkan kontestasi. Mereka akan mempersiapkan (koalisi) untuk agenda kontestasi Pilpres 2019,” ungkap Pengamat politik dari Universitas Negeri Jakarta Ubedillah Badrun

Koalisi ketiga partai tersebut makin erat menjaga hubungan politik selama gelaran Pilkada serentak 2018 hingga momentum Pilpres 2019.

Ubedillah melihat ada beberapa faktor yang membentuk soliditas koalisi ini.

Pertama, ketiga parpol tersebut memiliki faktor pengalaman politik yang sama. Soliditas ini dibentuk karena ketiga parpol ini sama-sama pernah jatuh bangun bersama dalam berkoalisi di momentum politik besar seperti Pilpres 2014 dan Pilgub DKI Jakarta 2017.

Kedua, ketiga parpol tersebut memiliki persinggungan kultur politik yang saling melengkapi satu sama lain. Kedekatan kultur politik ini dianggap sebagai titik temu yang sama untuk soliditas koalisi.

Soliditas koalisi tersebut bisa ditransformasikan menjadi modal kekuatan politik yang cukup penting untuk bertarung pada Pilkada serentak 2018 maupun Pilpres 2019 mendatang.

Setidaknya ada tiga modal kekuatan politik mereka :

1. Koalisi ini akan diuntungkan dari posisi mereka sebagai oposisi pemerintah.Koalisi ini tak punya beban saat mengkritik kebijakan dan program pemerintah yang tidak populis di mata masyarakat.

Peran antitesis pemerintah yang dimainkan parpol koalisi ini secara tak langsung berpotensi menaikkan bobot elektoral pada Pemilu 2019.

2. Modal simbolik ketokohan yang dimiliki masing-masing parpol. Modal semacam ini penting dimiliki dalam kontestasi politik semacam pilkada atau pilpres untuk meraih simpati masyarakat.

3. Mesin politik yang militan.ada 3 partai politik yang terkenal memiliki kader dan simpatisan yang paling militan di Indonesia. Mereka adalah PDI Perjuangan, Gerindra, dan PKS.

Tanpa menghitung PDIP, Gerindra dan PKS menggabungkan mesin politik mereka untuk memainkan banyak peran yang signifikan dalam konstetasi pemilu.

Predikat itu cerminan dari Pilpres 2014,Tiga tahun lalu.

Baca juga :

Biaya ‘Kunker’ DKI Jakarta Dikritik Menkeu, Ini Jawaban Anies – Sandiaga
Susahnya Para Muslim di Negara Ini untuk Berpuasa
Tanah Abang ala Anies-Sandi Yang Akan Menjadi BOM Waktu Penataan PKL

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *