Seperti Apa Konsep Wisata Syariah di Jakarta ?

majalah24,- Wakil Gubernur DKI Jakarta,Sandiaga Uno ingin menggalakkan wisata syariah atau halal tourism di Jakarta.Menurutnya, wisata syariah itu sangat memungkinkan untuk diterapkan karena sudah ada sejumlah hotel syariah yang menggunakan sistem manajemen dan operasionalnya berbasis pada syariat Islam di Jakarta.

Sandi mengatakan, halal tourism sedang booming di London, Tokyo, Seoul. “Kita harus kembangkan di Jakarta, jangan mau ketinggalan,” kata Sandi.

Wisata syariah itu, akan membuka peluang kerja baru bagi warga Jakarta.Sandi bahkan telah menggandeng PT Jakarta Tourisindo (Jaktour) sebagai rekanan dalam bisnis berlabel syariah ini. Namun, ada beberapa pertanyaan yang harus dijawab Sandiaga sebelum merealisasikan konsep wisata syariah.

Baca juga : Anies Baswedan Akui Ada “Kontrak Politik” Dengan Para Buruh

Pengamat Tata Kota dari Universitas Trisakti, Nirwono Yoga berpendapat, pemerintah provinsi DKI Jakarta harus berhati-hati menerapkan wisata syariah karena menurutnya hingga saat ini belum ada konsep yang jelas tentang wisata syariah itu.

Nirwono memandang, bila tak memiliki konsep, gagasan Sandi itu justru bisa menjadi bumerang.

“Harus jelas konsepnya, apakah yang halal itu? Definisinya halal apa? Apa yang mau ditonjolkan dari wisata halal ini, nonsense, di negara yang mayoritas muslim, siapa yang mau dibidik? Wisatawan model apa?,” Kata Nirwono.

Menurut Nirwono, Jakarta merupakan sebuah kota yang sangat terbuka untuk semua suku bangsa, agama, hingga warna kulit. Dia mengatakan, apabila konsep halal tourism itu ditonjolkan dari makanan halal, dirasa kurang cocok, mengingat sudah sangat jelas hampir semua makanan yang dijual di Jakarta berlabel halal.

“Perbandingannya, 30:70. Banyak yang halalnya,” kata Nirwono.

Justru kata dia, ketika seorang turis mancanegara datang ke Indonesia, khususnya ke Jakarta, yang mereka cari adalah panganan untuk menghilangkan dahaga dan kerinduan mereka ke negara asal, dan tentunya makanan nonhalal yang akan dicari.

“Membidik turis adalah membidik dengan konsep terbalik,” katanya.

Baca juga : Keakraban Donald Trump dan Iriana Jokowi Saat Gala Dinner APEC

Selain makanan, Nirwono juga menyinggung soal konsep hotel syariah.Kata Nirwono tak ada yang salah dengan konsep hotel syariah. Hanya saja kata dia, harus hati-hati bermain dengan konsep perhotelan.

Sandiaga disebut Nirwono harus sangat paham keinginan konsumen, dan konsep yang bisa menguntungkan pariwisata Jakarta.

“Jangan sampai konsep yang dia bangun justru merugikan pengusaha, harus jelas Hotel syariah ini siapa yang dibidik, sama seperti makanan halal, untuk menggaet turis, konsep terbalik sangat diperlukan,” kata dia.

Konsep terbalik ini, dijelaskan Nirwono adalah konsep di mana suatu negara harus menciptakan sesuatu yang tak ada di negaranya namun akan dicari oleh para pendatang yang melancong ke negara tersebut.

Misalkan di Korea, sebagai Ibu Kota negara yang mayoritas penduduknya nonmuslim, peluang untuk menciptakan konsep halal tourism sangat besar. Sebab, orang muslim yang datang ke negara itu akan sangat terbantu dengan adanya konsep wisata tersebut.

“Misal soal makanan, takut ada babi, ya makan di halal market yang ada di halal tourism,” kata dia.

Nirwono menyarankan agar Sandiaga segera merinci konsep halal tourism yang sedang gencar digalakkan keduanya.

“Jangan sampai membuat konsep untuk menyenangkan satu pihak, tapi mengorbankan sektor lain karena hal yang tak perlu dan mengawang-ngawang ini,” ungkap Nirwono.

Baca juga : Hidup Penuh Derita Para Pecandu Seks

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *