KLIK DISINIMari Baca Berita Politik Nasional Indonesia Terbaru !

Kritik Keras Penyandang Disabilitas terhadap RUU Penghapusan Kekerasan Seksual

Majalah24.com – Adanya Rancangan Undang-Undang penghapusan kekerasan seksual (RUU PKS) pasal 104, dikhawatirkan ancam hak penyandang disabilitas perempuan.

Ini diungkap Maulani A. Rotinsulu, Ketua Umum Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia, di sela acara Hari Perempuan Internasional “Perempuan Disabilitas Mengubah Dunia” di Jakarta, ditulis Jumat (9/3/2018).

Menurutnya, para pembuat RUU ini memiliki anggapan bahwa korban kekerasan yang merupakan disabilitas, akan berpengaruh pada sisi ekonomi keluarga, bukan korban.

Baca Juga : Pria yang Menikah dengan Cewek Gemuk 10 Kali Lebih Bahagia! Begini Alasannya

“Perspektif ini sangat bertolak belakang dengan apa yang mereka katakan bahwa RUU ini pro korban,” kata Maulani saat ditemui Health-Liputan6.com.

“Mereka berpikir kalau penyandang disabilitas itu tidak bisa survive. Padahal kan ini peraturan perundang-undangan, harusnya ideal,” tambah Maulani.

Diskriminatif

Draft rancangan undang undang penghapusan kekerasan seksual (RUU PKS) sendiri disusun sebagai upaya pemenuhan rasa aman dan bebas dari kekerasan seksual.

Namun, dalam RUU ini, pasal 104 dianggap diskriminatif dan tidak menunjukkan adanya kesempatan yang sama bagi penyandang disabilitas.

Pasal ini sendiri menyatakan bahwa “Dalam hal pemasangan kontrasepsi terhadap orang dengan disabilitas mental yang dilakukan atas permintaan keluarga berdasarkan pertimbangan ahli untuk melindungi keberlangsungan kehidupan orang tersebut bukan merupakan tindak pidana.”

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *