KLIK DISINIMari Baca Berita Politik Nasional Indonesia Terbaru !

Melupakan Kesehatan Demi Pekerjaan Yang Sibuk,Haruskah seperti itu ?

Melupakan Kesehatan Demi Pekerjaan Yang Sibuk,Haruskah seperti itu ?

Majalah24,- Zaman sudah semakin berkembang dan bertambah juga tuntuan hidup.Kebutuhan pokok hingga tertier dan keinginan setiap manusia semakin meningkat dari tahun ke tahun dan semakin menjadi di jaman sekarang.

Sekarang sudah biasa ditemui dan sudah terjadi di seluruh penjuru dunia,dimana pria maupun wanita berprofesi sebagai karyawan, staff, manajer, pimpinan, pengusaha ataupun para pedagang lainnya.

Berani mengorbankan semuanya dalam hidup dengan bekerja sampai larut malem hanya demi mendapat penghasilan berlebih,

Yang mana tentunya berharap dari penghasilan itu bisa menunjang kebutuhan dan keinginannya dalam memenuhi gaya hidup.

Tapi,terkadang setiap orang lupa akan prioritas utama dalam hidupnya,dimana faktor penunjang untuk dapat melakukan prioritas yang lain sering terabaikan.

Tanpa disadari semua terjebak dalam pemikiran agresif yang berfokus kedalam hasil akhir bukan pada sebuah proses ataupun tahap untuk menjaga keseimbangannya yang dilupakan yaitu ‘KESEHATAN’.

Seharusnya setiap orang tahu bahwa kesehatan merupakan faktor utama yang lebih penting daripada pekerjaan.Lantas,kenapa setiap orang mengabaikannya ?

Manusia baru bisa merasakan dirinya lebih berharga setelah mengalami sebuah penyesalan.

Ketika sehat,sebagian manusia tidak peduli akan yang namanya menjaga kesehatan baikĀ  itu dengan cara rutin berolahraga, makan makanan yang sehat serta teratur, istirahat yang cukup dan bekerja diambang batas sewajarnya.

Namun apa bisa dikata nasi sudah terlanjur jadi bubur dan penyesalan sudah memberikan pelajaran hidup dan baru bisa menyadarinya kelak.

Sewaktu tubuh sudah terbaring lemas dan beberapa penyakit sudah datang menyerang seakan semakin menambah rumit masalah.

Rasa untuk menyesali menghantui dan putus asa membenamkan harapan untuk melanjutkan hidup dan semuanya baru di sadari ketika sudah sakit.

Pikirkan,bagaimana sia-sianya menjadi manusia berani mati-matikan bekerja tidak kenal lelah dan waktu yang hanya untuk ditukarkan dengan struk biaya pengobatan.

Jangan korbankan kesehatan demi sebuah pekerjaan, karena seberapa penting pekerjaan dan seberapa banyak hasil yang didapatkan akan tidak berarti ketika kesehatan sudah tidak prima.

Utamakan kesehatan lalu prioritaskan pekerjaan,maka semua akan terlaksana dengan baik.

Baca juga :

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *