KLIK DISINIMari Baca Berita Politik Nasional Indonesia Terbaru !

Mustahil Duetkan Jokowi-Prabowo di Pilpres 2019

Mustahil Duetkan Jokowi-Prabowo di Pilpres 2019

Majalah24,- Gerindra berpendapat,bahwa sangat mustahil bagi Prabowo Subianto berduet dengan Joko Widodo di Pemilihan Presiden 2019. Keduanya diklaim memiliki perbedaan prinsip dalam mengelola negara.

Gerindra sampai saat ini masih optimis Prabowo akan maju sebagai calon presiden dalam Pilpres 2019.Hal tersebut diungkapkan leh Waketum DPP Gerindra, Ferry Juliantono.

kata Ferry,“Meski Pak Prabowo belum secara resmi mengumumkan, tapi kami semua keluarga besar Gerindra masih ingin supaya Pak Prabowo nanti di 2019 jadi capres,”.

kenapa mustahil ?,karena perbedaan dalam prinsip mengelola negaralah jokowi-prabowo sulit untuk di duetkan.

Ferry Juliantono mengatakan,Jokowi sangat berpihak dengan negara asing dan mengesampingkan kemampuan masyarakat dalam mendukung segala programnya.

Cara Jokowi itu bertolak belakang dengan prinsip yang dipegang oleh Prabowo menurut Ferry.

“Pak Jokowi kan di sisi yang lain sebenarnya sangat berseberangan. Oleh Karena itu dari sisi Gerindra memunculkan figur Pak Prabowo dan kami membangun koalisi dengan partai lain,” ungkap Ferry.

Hal lain yang membuat jokowi-prabowo untuk berduet ialah pergeseran perilaku pemilih.Ia menilai kualitas pemilih saat ini lebih berorientasi pada nilai ketimbang uang.

Sikap pemilih yang seperti itu diyakini lebih memberi peluang bagi Prabowo terpilih menjadi presiden di Pilpres tahun 2019 sehingga sulit untuk menduetkan Prabowo dengan Jokowi.

Pernyataan untuk menduetkan jokowi-prabowo muncul dari hasil survei lembaga Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang telah dirilis.

Ada keinginan di masyarakat untuk menggabungkan Jokowi dan Prabowo di 2019. Mayoritas masyarakat setuju akan hal tersebut

Ferry menyatakan partainya tidak percaya dengan hasil survei SMRC tersebut.

Dalam menangkap kehendak publik, kata Ferry, Gerindra memiliki lembaga survei internal yang hasilnya dianggap lebih valid daripada SMRC dan lembaga survei lainnya.

Baca juga :

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *