Pelaku Pelecehan Seksual di National Hospital Ditangkap

Pelaku Pelecehan Seksual di National Hospital Ditangkap

Majalah24,- Pengejaran Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya terhadap pelaku pelecehan seksual si National Hospital membuahkan hasil.

Kepolisian menangkap seseorang berinisial J itu setelah kemarin mengundurkan diri dan diberhentikan secara tidak terhormat oleh rumah sakit.

Tertangkapnya pelaku disampikan Kompol Lily Djafar, Kasubbag Humas Polrestabes Surabaya.

“Sudah ditangkap tadi pukul 05.10,” ujar Lily.

Pelaku sudah menghilang begitu polisi memburunya sejak Kamis (25/1).Polisi mencari J di rumahnya, kawasan Babatan, Kelurahan Lidah Wetan, Kecamatan Lakarsantri, Surabaya.

Namun dia tak berada di tempat. Lalu, polisi bergerak ke sebuah hotel di Kota Pahlawan setelah mendapat informasi bahwa J berada di sana untuk bersembunyi.

Kini J berada di Markas Polrestabes Surabaya untuk dimintai keterangan oleh kepolisian. “Langsung diperiksa Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim,” tutur Lily.

Sebuah video yang merekam kemarahan pasien perempuan di rumah sakit internasional di Surabaya beredar di media sosial dan aplikasi perpesanan.

Sambil menangis, pasien tersebut meluapkan amarah dan tangisannya kepada perawat laki-laki yang diduga melakukan pelecehan seksual.

Ia merasa terhina lantaran si perawat beberapa kali memasukkan tangannya ke dalam baju bagian atas saat kondisinya belum sepenuhnya bebas dari pengaruh obat bius.

Ternyata,korban pelecehan seksual tersebut merupakan istri eks advokat Jessica Kumala Wongso, Yudi Wibowo Sukinto.

Korban menjalani operasi kandungan di sana agar terhindar dari potensi penyakit kanker pada Selasa, 23 Januari 2018. Yudi lalu melaporkan kasus yang menimpa istrinya itu ke kepolisian, kemarin.

Manajemen National Hospital juga menyatakan memberhentikan secara tidak terhormat dan terpaksa perawat yang diduga melakukan pelecehan seksual terhadap pasiennya.

Rumah sakit swasta internasional itu menilai J telah melanggar etika profesi dan pelayanan terhadap pasien.

“Manajemen National Hospital meminta maaf atas terjadinya pelanggaran etika profesi yang dilakukan oknum perawat terhadap pasien rumah sakit. Kami menyampaikan penyesalan yang mendalam kepada pasien dan keluarga pasien,” ujar Kepala Perawat National Hospital, Surabaya, Jenny Firsarina, saat jumpa pers.

Baca juga :

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *