Pidato Amien Rais Yang Berbau Politik Di Panggung Reuni Alumni 212

Majalah24,- Pendiri Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais,berpidato dalam gelaran Kongres Nasional Alumni 212, kemarin, justru dianggap memecah belah dari pada menyatukan masyarakat, terutama umat Islam di Indonesia. Pidato Amien juga dinilai kental muatan politik.

Amien Rais dalam pidatonya berulangkali menyindir pemerintahan Presiden Joko Widodo dan mengagungkan perjuangan gerakan Aksi Bela Islam pada 2 Desember 2016 lalu yang menuntut proses hukum terhadap mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dianggap menistakan agama Islam.

Dia menegur dan memperingati Presiden Jokowi untuk tidak menjual murah aset negara, serta menyindir para pendukung Jokowi yang selama ini dikenal dengan sebutan kecebong.

“Kita ini hanya ditantang oleh cebong-cebong itu sudah biasa, jangan takut. Jangan sampai mereka meremehkan kemampuan berpikir kita. Kita enggak gampang dikibulin, kita lebih cerdas,” katanya.

Hendri Satrio, pengamat komunikasi politik dari Universitas Paramadina menyebut kritik terhadap pemerintah adalah hal yang wajar, namun harus dilakukan secara tepat. Untuk konteks Amien, Hendri menilai apa yang diucapkan Amien dalam pidato kemarin tidak tepat.

“Amien Rais sebagai tokoh reformasi sebaiknya memanfaatkan pengaruhnya untuk satukan umat,” kata Hendri.

“Pidato dan acara kemarin tidaklah menyatukan umat karena isinya itu orasi politik kan dan bukan agama,” imbuh Hendri.

Menurut Hendri, acara kongres Alumni 212 yang berlangsung kemarin dan baru akan berakhir nanti malam, juga dirasa kurang tepat karena terus membawa embel-embel 411 dan 212. Hal tersebut, kata dia, justru bisa memicu eksklusivitas suatu kelompok.

“411 dan 212 itu kan sudah selesai. Kalau mau kumpulkan umat ya tidak usah bawa nama 411 atau 212. Gerakan 212 boleh diperingati tapi jangan menjadikan itu sebagai sebuah identitas yang akhirnya membuat kelompok eksklusif dan akhirnya seperti tidak terima umat Islam lainnya karena tidak berpartisipasi dalam event itu,” kata Hendri.

Kongres Alumni 212 merupakan bagian dari rangkaian menuju acara Reuni Alumni 212 yang akan digelar esok, di Monas. Acara itu sedianya juga akan menghadirkan Amien Rais.

Ketua Panitia Reuni Alumni 212 Bernard Abdul Jabbar sebelumnya menyatakan meski dihadiri berbagai tokoh politik, acara reuni alumni 212 tak terkait konsolidasi politik.

“Ada yang bilang katanya Amien Rais hadir, si ini hadir, si itu hadir, mau ada agenda politik, enggak ada itu, kami mau silaturahmi sekalian mengisi agenda Maulid Nabi bersama,” katanya.

Pernyataan itu disampaikan untuk membantah pernyataan Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang juga menyebut acara Reuni 212 berkaitan dengan politik, terutama terkait pilkada serentak 2018 dan pemilu 2019.

Namun, Hendri sendiri lebih setuju dengan pendapat Kapolri. Dia menilai, reuni 212 esok tidak lepas dari momen Pilpres 2019 mendatang.

baca juga : Penghargaan Alumni 212 Diberikan Kepada “Rizieq Shihab dan Ahmad Dhani”
Baca juga : Tito Karnavian : Tujuan Reuni 212 Sudah Jelas Untuk Politik 2019 !
baca juga : Presiden Jokowi: Jangan Campurkan Ekonomi dan Politik

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *