KLIK DISINIMari Baca Berita Politik Nasional Indonesia Terbaru !

Pihak Maskapai Pelat Merah Telah Menyiapkan Puluhan Ribu Bangku Tambahan

Pihak Maskapai Pelat Merah Telah Menyiapkan Puluhan Ribu Bangku Tambahan,Sebab Penumpang Mudik Pesawat Telah Di Ramalkan Akan Tembus dengan 8 Juta Jiwa.

Majalah24 – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memprediksi jumlah penumpang pesawat pada mudik lebaran tahun ini mencapai 8 juta orang atau naik 9 persen dibanding tahun lalu. Mengantisipasi lonjakan tersebut PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dan PT Citilink Indonesia menyiapkan puluhan ribu kursi tambahan.

Direktur Operasional PT Garuda, Triyanto Moeharsono mengungkapkan, langkah yang dilakukan Garuda menghadapi arus mudik tahun ini dengan menambah kapasitas bangku sebanyak 67.000 seat. Penam­bahan bangku sementara ini dilakukan berdasarkan perhi­tungan tahun lalu. “Sementara ini penambahan dimulai pada tanggal 8 hingga 24 Juni 2018. Angka pengguna pesawat pada musim mudik memang selalu naik tiap tahunnya,” katanya.

Direktur Utama Garuda Indo­nesia Pahala Mansury menam­bahkan, nanti total akan tersedia 150.510 bangku dari extra flight tersebut, atau meningkat 26 persen dibandingkan extraflight Tahun 2017 yang berasal dari 604 extra flight.

Direktur Utama Citilink Ju­liandra Nurtjahjo mengatakan, untuk mengantisipasi lonjakan penumpang pihaknya juga me­nambah frekuensi penerbangan. Tapi penambahan secara khusus hanya untuk rute-rute favorit. “Di peak season kita tambah 480 flight ke kota-kota favorit, jadi total 86.400 seat yang dita­mbah,” terangnya.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memperkirakan, pertumbuhan arus mudik 2018 pengguna transportasi udara sekitar 8,4 hingga 9 persen. Guna mengantisipasi pertumbuhan tersebut, Menhub memiliki sejumlah lang­kah. Caranya dengan menambah slot, penggunaan pesawat berba­dan lebar untuk tujuan tertentu, mengoperasikan bandara hingga pukul 24.00 malam, dan ramp check terhadap semua pesawat udara. “Kami sudah persiapkan antisipasi mudik ini sejak bulan Januari sudah mengumpulkan stakeholder dan mempersiapkan­nya agar lebih baik,” ucap Budi.

Basarnas Siap “Tempur”

Ritual mudik 2018 membuat semua penyelenggara negara bersiap penuh. Termasuk Lem­baga Pemerintah Nonkemente­rian Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas).

“Mulai tahun kemarin Basar­nas diminta Kementerian Per­hubungan bersinergi dengan institusi lain dalam penanganan arus mudik Lebaran. Senin (28/05) ada raker pemaparan Basarnas di DPR, salah satunya, soal kesiapan mudik,” tutur Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Muhammad Syaugi di Jakarta, akhir pekan.

Dijelaskan, Basarnas bakal mendirikan pos SAR dan me­nempatkan personel terlatih di sepanjang jalur mudik, terutama di titik/wilayah rawan. “Salah sa­tunya (Pos) ada di Cipali KM 162, kami juga siapkan pos di daerah penyeberangan Gilimanuk mau­pun Bakahuni,” papar Syaugi.

Tak hanya itu, pihaknya juga me­nyiagakan dan siap mengerahkan kapal SAR dan Helikopter. He­likopter tersebut standby di Batam, Semarang, Bali dan Jakarta. He­likopter disiapkan untuk memper­mudah operasi dan mempercepat proses evakuasi jika terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan.

Mantan Dirjen Perencanaan Pertahanan Kementerian Pertahanan ini mengatakan, sejumlah latihan juga sudah dilakukan Basarnas, termasuk penyelama­tan korban. Dengan kesiagaan itu, Basarnas berharap kenyamanan, keamanan serta keselamatan dapat dirasakan oleh masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik. Meski diakuinya, Basar­nas tak punya tugas melakukan pencegahan, lembaganya baru bisa bekerja melakukan perto­longan di saat ada korban jiwa atau ada orang hilang akibat kecelakaan atau bencana.

“Diminta atau tidak, kami memang harus selalu hadir di saat ada bencana, itu perin­tah Undang-undang. Nah soal mudik, tentu seluruh sumber daya baik manusia maupun peralatan disiagakan demi keamanan, keselamatan dan kenyamanan masyarakat yang akan melaku­kan tradisi mudik,” katanya.

Diceritakan, selama mengabdi di Basarnas, ada 10 hingga 17 laporan kejadian per hari di selu­ruh Indonesia. Mulai dari kasus orang tenggelam, mati disutet, tergencet kendaraan, bahkan kasus tertimpa longsoran tanah. “Kami ingin meningkatkan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat meski kami tidak punya tugas pencegahan. Hal ini juga berlaku bagi warga negara asing saat melaku­kan kunjungan /sedang menikmati liburan kelokasi wisata di Indone­sia,” tutup Syaugi.

Baca Juga  : 

5 TRIK JITU AGAR WANITA NYAMAN BICARA NAKAL SAAT BERCINTA

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *