Resmi ! Ahok Tersangka Penistaan Agama

ahok-tersangka-penistaan-agama-majalah24
Resmi ! Ahok Tersangka Penistaan Agama – Calon Gubernur DKI Jakarta petahana Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menjadi tersangka dalam dugaan penistaan agama. Ketua KPU DKI Jakarta Soemarno menegaskan hal ini tidak mempengaruhi hak Ahok sebagai calon kepala daerah.

“Penetapan tersangka yang baru saja dilakukan pihak kepolisian kepada Pak Ahok tidak mempengaruhi status Pak Ahok sebagai cagub DKI,” kata Soemarno di Media Hotel, Jakarta Pusat, Rabu (16/11/2016).

Menurut dia, Ahok pun tetap bisa ikut berkampanye, melakukan sosialisasi, dan kegiatan lainnya. Dia menjelaskan, “Beliau tidak gugur sebagai cagub, tetap bisa melanjutkan seluruh proses pilkada, mengikuti kegiatan kampanye sampai tahapan selesai.”

Ahok bisa gugur dalam pertarungan Pilkada DKI Jakarta 2017 jika statusnya naik sebagai terpidana. Terlebih, jika Ahok dipenjara lebih dari 5 tahun.

“Kalau itu terjadi KPU akan memberi sanksi pembatalan sebagai calon dan parpol bisa mengusulkan calon penggantinya paling lama 30 hari sebelum pemungutan suara. Pencalonan pengganti dilakukan paling lambat 15 Januari 2017,” ujar Soemarno.

Dia menuturkan status hukum ini juga tak serta merta membuat partai politik mencabut dukungannya. Ahok tetap berhak atas dukungan parpol hingga dia ditetapkan sebagai terpidana.

“Enggak bisa dicabut (dukungan parpol) selama proses penyidikan berlangsung sebelum ada status hukum yang baru untuk Pak Ahok,” ucap Soemarno.

Kronologi Ahok ditetapkan sebagai tersangka oleh Bareskrim Polri

bareskrim-polri-majalah24

Saat berbicara dengan warga di Kepulauan Seribu, Ahok mengutip ayat suci Alquran. Pernyataan Ahok itu disebarluaskan di media sosial setelah dipotong, sehingga memiliki arti yang berbeda.

Pada 7 Oktober 2016, Ahok dilaporkan oleh Habib Novel Chaidir Hasan yang berprofesi sebagai alim ulama, sebagaimana Laporan Polisi Nomor LP/1010/X/2016 Bareskrim.

Ahok dilaporkan karena diduga melakukan tindak pidana penghinaan agama.

Dalam laporan itu, Ahok diduga telah melakukan tindak pidana penghinaan agama di Indonesia melalui media elektronik berupa YouTube.

Sekretaris Jenderal DPP FPI ini mengganggap bahwa calon petahana Gubernur DKI ini secara terang-terangan telah melecehkan ayat dalam Alquran sebagai kitab suci umat Islam.

Polisi masih memproses laporan itu. Namun, perkara ini meluas menjadi aksi demonstrasi besar-besaran pada 4 November. Dia pun kerap ditolak oleh sekelompok orang saat berkampanye di beberapa wilayah Jakarta.

Mereka menuntut agar polisi terus memproses hukum Ahok dengan tuduhan penistaan agama. Polisi pun terus menyelidiki kasus ini. Ahok sudah diperiksa polisi berkali-kali. Bahkan, dia mendatangi Bareskrim Polri untuk menjelaskan duduk perkaranya sebelum dipanggil.

Untuk menghindari gerakan massa yang terus meluas, Presiden Jokowi meminta polisi memproses hukum dengan cara terbuka dan transparan.

Bareskrim Polri pun langsung melakukan gelar perkara secara terbuka pada 15 November 2016. Meski awalnya terbuka, gelar perkara yang dimulai pukul 09.00 WIB itu berlangsung tertutup.

Gelar perkara ini dihadiri kelompok pelapor dan kelompok terlapor. Dari pelapor hadir sejumlah saksi ahli, termasuk di antaranya pemimpin FPI Rizieq Shihab.

Sementara di pihak terlapor, terlihat penasehat hukum Ahok, Sirra Prayuna, dan sejumlah pengacara serta saksi ahli. Tim sosialisasi dan kampanye Ahok-Djarot, Guntur Romli, mengatakan dua saksi itu berasal dari Cirebon dan Yogyakarta.

“Saksi Ahli Tafsir dari Pak Ahok dari Cirebon dan Yogyakarta,” ujar Guntur. Pihak terlapor duduk bersandingan dengan para penyidik Bareskrim Polri. Terlihat juga hadir saksi ahli dari Polri, Kompolnas, dan Ombudsman.

Saat proses gelar perkara, penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri memutar video pidato Ahok di Pulau Seribu yang dianggap menistakan agama.

“Kita putarkan videonya,” kata Kabareskrim.

Kemudian pada 16 November 2016, polisi resmi ditetapkan sebagai tersangka.

“Meskipun tidak bulat, perkara ini harus diselesaikan di peradilan yang terbuka. Konsekuensinya akan ditingkatkan ke proses penyidikan dengan menetapkan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok sebagai tersangka,” kata Kabareskrim Polri Komjen Pol Ari Dono Sukmanto di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (16/11/2016).

Sumber : Liputan6

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *