KLIK DISINIMari Baca Berita Politik Nasional Indonesia Terbaru !

Reuni Aksi 212 Berakhir,Saatnya Menyambut Tahun Politik

Majalah24,- Konstelasi politik di Indonesia sudah mulai menghangat dan sebentar lagi akan memanas. Reuni Aksi 212 menjadi semacam momentum peringatan dimulainya ‘tahun politik’ jelang Pilkada 2018 dan Pilpres 2019.

Reuni Alumni aksi 212 sangat keras mengkritik pemerintahan Joko Widodo. Mereka memposisikan diri sebagai pihak yang berseberangan dengan pemerintah. Tokoh sekaligus alumnus 212 Amien Rais bahkan meminta, “Mas Jokowi jangan asyik memecah belah umat Islam”.

Kelompok yang selama ini dikenal sebagai penentang Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) itu belum mau move on atas ‘keberhasilan’ memenjarakan Ahok. Isu sentimen keagamaan terus mereka rawat.

Ketua Pusat Studi Politik dan Keamanan Universitas Padjadjaran, Muradi menilai, Reuni 212 merupakan cara untuk menjaga tren gerakan politik demi kepentingan jangka panjang (setidaknya sampai Pilpres 2019).

“Ini akan menjadi bargaining politik. Tawaran mereka dimunculkan terus untuk menjaga tren. Pesannya memang sampai, tapi tidak kuat,” ujar Muradi.

Kepolisian telah memetakan setidaknya lima wilayah padat penduduk di Indonesia yang masuk dalam kategori rawan konflik selama ajang Pilkada 2018.Lima daerah itu adalah Jawa Barat, Jawa Timur, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, dan Papua.

Polisi mencatat isu agama menjadi faktor dominan yang dapat menimbulkan konflik dibandingkan kesukuan atau faktor lain.

Presiden Jokowi sejak jauh hari telah mewanti-wanti konstelasi jelang tahun politik bakal memanas menyambut Pilkada 2018 dan Pilpres 2019.

“Masuk tahun politik, ramai dan sahut-menyahut lebih kencang,” ujar Jokowi di hadapan ratusan anggota Projo pada awal September.

Jokowi beberapa bulan terakhir rajin bersilaturahmi dengan pendukungnya dalam gelaran rembuk nasional. Nama dia kerap dielu-elukan untuk maju di Pilpres 2019.

Sementara belakangan ini, sejumlah lembaga survei merilis Prabowo Subianto sebagai satu-satunya sosok yang bakal diproyeksi jadi penantang utama Jokowi. Prabowo memiliki basis suara dari para loyalis yang sebelumnya mendukung dia di Pilpres 2014.

Partai Gerindra juga telah memastikan akan kembali mengusung Prabowo sebagai calon presiden demi merebut kekuasaan di Indonesia.

Baca juga : Habib Rizieq Cetus Konsep NKRI Bersyariah di Reuni Akbar Alumni 212
Baca juga : Siapa Kaum ‘Pesimis’? Anies Enggan Untuk Menjawab
Baca juga : Orde Baru Lebih Anti Islam Dibandingkan Kepemimpinan Era Jokowi

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *