KLIK DISINIMari Baca Berita Politik Nasional Indonesia Terbaru !

Setnov Merusak Citra Golkar Di Mata Kaum Milenial

Majalah24,- Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto dinilai mencoreng nama partai dan lembaga yang ia pimpin, khususnya di mata kaum millenial yang dianggap sangat anti-korupsi.

“Pemilih berubah,sekarang muncul generasi millenial. Mereka populis dan konten narasi mereka sangat tidak suka korupsi,” tutur Pangi Syahwi Chaniago, pengamat politik, dalam diskusi bertajuk “Siapa Pantas Mengisi Kursi Ketua DPR” yang digelar Daksa Forum di Jakarta, Jumat kemarin (24/11).

Setnov sampai saat ini belum dicopot dari posisinya, baik sebagai ketua umum Partai Golkar maupun Ketua Dewan Perwakilan Rakyat RI, meski sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi E-KTP oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) 31 Oktober lalu.

Pangi mengatakan, harus ada kesadaran dari Partai Golkar untuk secepatnya menangani persoalan ini jika tidak ingin angka elektabilitasnya terus merosot.

“Meski Golkar selalu membanggakan struktur politik yang tidak bergantung pada figur, memiliki mesin politik yang kuat, lalu selalu dalam posisi tiga besar, tapi elektabilitas selalu turun 2% tiap tahun. Ini berbahaya,” Ujar Pangi.

Pangi menyarankan pada Partai Golkar untuk menyelesaikan masalah ini sebelum pergantian tahun karena 2018 adalah tahun politik dan Partai Golkar harus sudah fokus pada pemilihan umum. Jika tidak, partai-partai baru yang menyasar kalangan millenials akan mencaplok pundi-pundi suara Partai Beringin.

Peneliti senior Pusat Penelitian Politik LIPI Siti Zuhro,menyampaikan bahwa memang masyarakat, khususnya kaum millenial terlihat adem ayem saja. Namun sebenarnya mereka sudah sangat jengah dengan drama politik ala Setnov saat ini .

Zuhro mengingatkan Partai Golkar untuk segera bertindak sehingga mencegah publik turun ke jalan untuk meluapkan kekecewaan pada dinamika politik yang sedang terjadi saat ini.

“Generasi milenial sebenarnya sudah muak sekali dengan basa-basi, dengan kepura-puraan, dengan model KKN seperti ini,” Zuhro menegaskan.

Zuhro mengingatkan Golkar untuk mempertimbangkan matang pengganti Setnov karena menyangkut pembersihan citra dua lembaga negara.

“Tidak boleh dalam negara bangsa yang beradab, ada lembaga tinggi negara yg terstigma hanya karena dipimpin orang terstigma,” saran zuhro

Zuhro juga menegaskan, bahwa masalah ini sangat serius karena melibatkan citra lembaga tinggi negara. Ia berharap pengganti Setnov harus memiliki integritas, tak tersandera kasus-kasus etika, pidana, atau korupsi seperti yang terjadi sekarang.

Baca juga : Kpk & Polri Bocorkan Info Dari ‘SN’ Tentang Pelaku Penyerangan Novel Baswedan
Baca juga : Kasus Setnov Tingkatkan Akan kesadaran Politik Masyarakat
Baca juga : “Terseret Kasus e-KTP, KPK lakukan ini pada Anak Setya Novanto

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *