KLIK DISINIMari Baca Berita Politik Nasional Indonesia Terbaru !

Setya Novanto Diduga Mengulur Waktu Pemeriksaan

Majalah24,- Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi menilai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat, Setya Novanto, sedang berupaya mengulur waktu pemeriksaan dengan cara mengajukan banyak saksi meringankan dalam pemeriksaan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Anggota Perhimpunan Bantuan Hukum Indonesia, Julius Ibrani, menduga hal itu dilakukan Setya supaya KPK tidak bisa melimpahkan berkas ke pengadilan sebelum sidang praperadilan Setya digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Kamis, 30 November 2017.

Senada dengan Julius, peneliti Indonesia Corruption Watch, Febri Hendri, mendorong agar KPK segera melimpahkan berkas Setya ke pengadilan. Sebab, KPK sudah memiliki minimal dua alat bukti yang cukup. Apalagi, dia mengimbuhkan, tidak seluruh saksi yang diajukan Setya memenuhi panggilan KPK. “Enggak perlu lagi nunggu-nunggu. Ngapain?” katanya.

Pada Senin (27/11) kemarin, penyidik menjadwalkan pemeriksaan terhadap sembilan saksi meringankan dan lima saksi ahli untuk Setya. Sembilan saksi meringankan yang diminta Setya itu berasal dari Golkar. Mereka adalah Rudi Alfonso, Melky Lena, Anwar Puegeno, Idrus Marham, Agun Gunanjar, Robert Kardinal, Aziz Syamsudin, Maman Abdurrahman, dan Erwin Siregar. Sedangkan lima saksi ahli yang dipanggil adalah Mudzakir, Romly Atmasasmita, Samsul Bakri, Suspandji, dan Margarito Kamis.

Dari keempat belas saksi itu, hanya 3 yang hadir, yaitu Maman, Aziz, dan Margarito. Dua orang mengirim surat pemberitahuan tidak bisa hadir, yaitu Idrus dan Melky. Sedangkan sembilan lainnya mangkir.

Menurut Margarito, dia diperiksa untuk menjelaskan seputar prosedur pemeriksaan terhadap anggota Dewan. Menurut dia, pemeriksaan Setya sebagai tersangka mesti atas izin presiden. “Itu yang saya jelaskan,” ujarnya. Sedangkan Maman berujar menyampaikan pernyataan Setya kepadanya. “Beliau pernah menyampaikan kepada saya bahwa (dia) tidak terlibat,” ujarnya, Senin, 27 November 2017.

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang mengatakan pemeriksaan saksi yang diminta Setya tak bakal memperlambat proses pelimpahan berkas perkara ke pengadilan. “Enggak akan, kami sudah punya rencana,” ujarnya.

Kuasa hukum Setya Novanto, Fredrich Yunadi, menampik anggapan pihaknya sengaja mengulur waktu. “Baca dong, Pasal 65 KUHAP (Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana),” ujarnya. Pasal tersebut menyatakan bahwa tersangka atau terdakwa berhak mengusahakan dan mengajukan saksi yang memiliki keahlian khusus guna memberikan keterangan yang menguntungkan bagi dirinya.

Baca juga : Ahmad Dhani Jadi Tersangka Ujaran Kebencian
Baca juga : Ingat! Seks Anal Bukan Cuma Penularan HIV/AIDS
Baca juga : Isu Alexis Ganti Nama Jadi 4Play,Sandiaga : Jangan Suudzon !

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *