Siapa yang Lebih Tahan Lama Diranjang, Pria Berotot atau Pria Gemuk ?

Majalah24 –Para peneliti dari Erciyes University, Turki, menemukan kaitan antara Indeks Massa Tubuh pria dengan kekuatannya saat bercinta. Penemuan tersebut membandingkan kasus ejakulasi dini pada dua kelompok pria. Dua kelompok tersebut di bagi dari para pria berotot dan para pria gemuk.

Dikutip dari laman Medical Daily, semakin tinggi IMT seorang pria, semakin terjaga dari risiko ejakulasi dini. Jumlah dari pria gemuk yang lebih tahan lama saat bercinta, terdata tiga kali lipat lebih banyak dibanding pria berotot.

Baca Juga : 3 Kalimat Pamungkas untuk Dongkrak Gairah Seks Wanita

Studi tersebut menemukan, pria gemuk memiliki kadar estradiol yaitu hormon milik wanita, yang di mana dapat memperlambat orgasme. Dengan demikian, kadar testosteron yang rendah dan tingginya hormon estradiol mengacu pada keterlambatan orgasme sehingga memperpanjang lama bercinta.

Para peneliti menyarankan agar pria berotot, bisa memperbanyak asupan makannya, namun tidak terlalu berlebihan, agar mencegah terjadinya ejakulasi dini. Tentu, konsultasi pada terapis seks juga dibutuhkan agar penanganannya dapat ditangani secara tepat.

Baca Juga : 7 Posisi Seks Ubah Musim Dingin Jadi Hangat dan Sangat Romantis

Perlu dipahami, ejakulasi dini merupakan gangguan seksual yang paling hampir sering terjadi pada pria, dengan perbandingan satu diantara tiga pria. Gangguan tersebut terjadi saat kaum pria mengalami ejakulasi, sebelum atau hanya dalam batas waktu satu menit usai penetrasi di dalam vagina.

Hal ini, tentu berdampak pada kesulitan orgasme yang dialami oleh para pria tersebut. Bahkan, ejakulasi dini juga terjadi kala melakukan masturbasi.

”Jadi sekarang sudah tahukan kenapa pria berotot itu bisa ejakulasi lebih dini dibandingkan pria gemuk.”

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *