KLIK DISINIMari Baca Berita Politik Nasional Indonesia Terbaru !

Viral! Wakil Wali Kota Hampir Baku Hantam dengan Kadis Tata Kota Balam

Viral! Wakil Wali Kota Hampir Baku Hantam dengan Kadis Tata Kota Balam

Majalah24,- Baku hantam antara Wakil Wali Kota Bandar Lampung Yusuf Kohar dengan Kepala Dinas Tata Kota dan Pemukiman Bandar Lampung Effendi Yunus nyaris terjadi.Keributan dua pejabat Kota Bandar Lampung terjadi di ruang Dinas Perumahan dan Pemukiman kota Bandar Lampung.

Saat dikonfirmasi, Yusuf Kohar membenarkan telah terjadi perselisihan dengan Kepala Dinas (Kadis) Tata Kota dan Pemukiman.

“Ya pembinaan saja itu, karena dia tidak profesional, marah-marah tidak menghormati atasan,” kata Yusuf Kohar.

Kendati demikian, kepala dinas tata kota dan pemukiman Kota Balam yang dihubungi membantah telah terjadi keributan.

“Biasa aja itu, gak ada yang ribut, kita mah asyik-asyik aja,” tampik Effendi Yunus.

Berdasarkan video yang diperoleh, tampak Yusuf Kohar dan Effendi Yunus terlibat adu mulut. Bahkan keduanya nyaris adu jotos.

Namun, baku hantam dapat dihindari lantaran seorang ajudan melerai mereka. Dalam video tersebut, tamnpak juga beberapa pegawai PNS lingkungan Kota yang ikut menengahi dan mencoba memisahkan.

Adu mulut dengan nada tinggi tersebut memang terjadi di kantor Disperkim, sekitar pukul 16.00 WIB.

Yusuf yang membenarkan video itu mengaku dirinya hanya melakukan langkah pembinaan terkait masalah permukiman. Namun, Yusuf merasa tak dihiraukan. Oleh sebab itulah dirinya naik pitam.

“Saya ingin mengingatkan dia bekerja sesuai undang-undang berlaku. Juga mengingatkan bahwa wali kota itu bekerja ada wakil yang turut mendampinginya, yang juga harus dianggap keberadaannya,” jelas Yusuf.

Ketua Komisi I DPRD Kota Bandar Lampung Bidang Hukum dan Keamaan, Nu’man Abdi, menilai apa yang dipertontonkan dua pejabat tidak pantas.

Seharusnya pejabat memberikan contoh yang baik, bukan contoh yang tidak baik.

“Kita berharap kejadian ini yang terakhir. Kalau ini terjadi yang rugi kita semua masyarakat, karena hubungan antar pejabat tidak harmonis akan menganggu kinerja pemerintahaan kota,” kata Nu’man.

Baca juga :

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *